Perbedaan Antara All New Yaris tipe E, G dan TRD S

Mobil merupakan kebutuhan masyarakat modern masa kini. Pola hidup yang seringkali menuntut manusia bergerak secara cepat merupakan faktor utama akan kebutuhan terhadap mobil. Namun, bukan hanya sekedar kecepatan yang menjadi faktor manusia butuh terhadap transportasi mobil. Adapun salah satu model mobil terbaru adalah Toyota Yaris. Toyota Yaris merupakan generasi terbaru yang berasal dari varian mobil hatchback dari Toyota.

Pada awalnya, Toyota Yaris telah memulai memasarkan aneka produknya sejak tahun 1999 di Eropa. Generasi awal Toyota dulunya bernama Toyota Vitz. Adapun model Hatchback yang dikeluarkan oleh Toyota Motor Corporation dipasarkan di Indonesia pertama kali pada tahun 2006. Pada saat itu generasi awal yang dikeluarkan adalah tipe E dan S yang mengandalkan transmisi otomatis. Adapun toyota Yaris saat ini merupakan generasi ketiga.

Mobil Toyota Yaris generasi ketiga ini pun memiliki tiga varian. Yang mana ketiga model tersebut memiliki keunggulan dan kelebihan yang berbeda-beda. Ketiga varian terbaru itu adalah Toyota Yaris tipe E, G dan TRD Sportivo. Tipe E adalah tipe terendah dari Toyota Yaris ini, karena kelas paling rendah tentu memiliki perbedaan dengan kelas atasnya. Kekurangan dari tipe E ini adalah tidak adanya Wifi, projektor headlamps, dan lampu kabut. Adapun untuk kelas atas yaitu TRD Sportivo tentu lebih unggul dibanding yang lain. Tipe ini dilengkapi dengan Spoiler bergaya sporty dengan mengusung konsep Full Aero Kit. Karena kelengkapan fasilitasnya berbeda tentu harga antar tipe pun berbeda.

Kini, setiap pengendara Yaris terbaru akan mendapatkan driving position yang lebih sporty dan rendah dibanding Yaris terdahulu. Urusan pengaturan posisi mengemudi, sebenarnya tidak ada yang bisa terlalu dibanggakan. Sliding dan reclining berikut pengatur ketinggian tentunya sudah wajib, tapi Yaris hanya dilengkapi tilt steering, belum telescopic seperti Honda Jazz. Belum lagi soal hilangnya seatbelt height adjuster di mobil ini, padahal fitur ini masih disediakan oleh Toyota Yaris generasi sebelumnya.

Perbedaan yang paling mendasar dari ketiga tipe All New Toyota Yaris tersebut terletak pada kelengkapan fitur-fitur canggih pendukung kenyamanan yang dimiliki oleh masing-masing tipe tersebut. Dan selebihnya, perbedaan ada pada aksesoris-aksesoris pendukung tambahan, baik aksesoris di bagian eksterior ataupun interior. Di bagian interior, All New Yaris menghadirkan ergonomi dan fungsional dengan interior yang lapang. Toyota Yaris E menawarkan fitur audio video touchscreen untuk memutar DVD/MP3/WMA dengan tambahan Aux in, USB dan bluetooth.

Toyota Yaris G dan TRD memberikan  sistem infotainment serupa dengan varian E, namun diimbuhi oleh koneksi internet Wifi. Aplikasi Toyota Move yang dapat memberikan informasi seputar dealer, service rutin dan Toyota update. Khusus pada varian TDR ada tambahan kenyamanan berupa navigasi serta air gesture.

Toyota yaris menggendong mesin 1NZ-FE 4-silinder 16-valve DOHC VVT-i berkapasitas 1.497 cc. Dapur pacu tersebut disandingkan dengan transmisi manual 5-percepatan dan transmisi otomatis 4-percepatan. Dengan mesin itu mampu memuntahkan tenaga sebesar 86 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 11.0 kg/m pada 4.000 rpm. Mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi Super CVT-i with Shift Lock dan didukung oleh suspensi depan yang menggunakan Mcpherson strut with Stabilizer dan suspensi belakang menggunakan Torsion Beam with Coil Springs.



Sebenarnya perbedaan tersebut cukup banyak, tapi beberapa diantaranya yang paling gampang dikenali adalah sebagai berikut:

Perbedaan Antara All New Yaris tipe E, G dan TRD S



PERBEDAAN

Jarak pijak depan
Jarak pijak belakang
Berat kosong
Ukuran Ban
Velg
Rem depan
Rem belakang
Smart Entry
Smart start stop button
Tombol audio di setir
TIPE E

1470 mm
1460 mm
1030-1045
185 / 60 R15
15" sporty alloy
14" cakram
tromol
tidak ada
tidak ada
tidak ada
TIPE G

1455 mm
1445 mm
1055-1075
195/50 R16
16" sporty alloy
14" cakram
tromol
tidak ada
tidak ada
tidak ada
TIPE TRD S

1455 mm
1445 mm
1075-1095
195/50 R16
16" sporty alloy
15" cakram
14" cakram
ada
ada
ada



Keunggulan Toyota Yaris juga tampak jelas dari interior yang terdapat padanya. Interior dalam tampak lebih elegan. Pada bagian bawa dibuat rata, dan pada kemudi juga telah dilapisi dengan bahan kulit yang dikombinasi dengan warna merah sehingga terkesan begitu mewah. Uniknya lagi, mobil ini dibekali dengan Smart System yaitu fasilitas menghidupkan dan mematikan mobil hanya dengan satu tombol saja. Di samping itu hebatnya lagi mobil ini terdapat fitur sensor parkir yang memudahkan anda ketika mundur.

Adapun tampilan luar (eksterior) ini juga didesain lebih futuristik.Pada bumber depan dan belakang juga terlihat begitu fresh. Di bagian lampu juga ditambahkan New LED Lamp. Sehingga mobil ini terlihat begitu elegant dari luar. Jadi, jika anda penggemar mobil yang elegant maka Toyota Yaris adalah pilihan yang tepat.

Cara Menyetir Mobil Matic dengan Mudah

Cara mengendarai mobil matic tidak jauh berbeda dengan mengendarai mobil manual, perbedaan hanya pada tidak adanya kopling, dan kita tidak harus memindahkan gigi karena akan berpindah secara otomatis.

Kehadiran mobil dengan transmisi automatic menjadi berkah bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan yang tinggi, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Tak hanya terbatas pada jalanan yang macet, mobil matic juga hadir untuk memanjakan kaki dan pikiran para pengemudinya dari beberapa konsep dalam mengendarai mobil manual, seperti: menginjak kopling, setengah kopling, menyelaraskan kopling dengan gas, dan sebagainya.

Pada tuas transmisi otomatis, biasanya terdapat :
  • P= Park, posisi dimana transmisi dikunci sehingga mobil tidak bisa bergerak maju ataupun mundur. Pada saat parkir tetap disarankan untuk menarik rem tangan. ( roda terkunci, tidak bisa di dorong - dorong )
  • R= Reverse, posisi gigi mundur (digunakan untuk mundur).
  • N= Netral/No Gear, transmisi tidak terkait dengan roda, sehingga mobil bisa bergerak maju atau mundur.(roda tidak terkunci, bisa di dorong- dorong ) Disamping posisi P pada posisi ini (N) mobil juga bisa di start.
  • D= Drive, posisi untuk menjalankan mobil. Secara otomatis mesin akan memilih posisi gigi paling tepat sesuai dengan kondisi dan kemiringan (tanjakan) jalan, pada umumnya terdiri dari gigi 1, 2, 3, dan 4. (di tuas drive ini mobil tetap jalan walaupun tidak di injak gas dia sudah jalan , disarankan sebelum memindah kan tuas ke D injak rem terlebih dahulu )
  • O/D= Over Drive, posisi default adalah off (tidak O/D). O/D berfungsi untuk mencegah mesin menggunakan gigi maksimal. Misal tranmisi AT-nya 1 s/d 4 maka O/D mencegah mesin menggunakan gigi 4, maksimum gigi 3.Tujuannya utk membatasi kecepatan maksimum (kira2 - 70 - 90km/jam).
  • D2 atau S= Second, seperti O/D dengan posisi maksimum transmisi pada gigi 2.
  • D1, atau F= First, seperti O/ D dengan posisi maksimum transmisi pada gigi 1. Posisi 1 atau 2 bermanfaat misalnya untuk menarik beban yg sangat berat atau saat jalan menurun dengan tajam,
  • maka transmisi akan membantu rem untuk mencegah meluncurnya mobil.
  • 1/L = untuk jalan yang tanjakannya curam

Menyetir Mobil Matic atau Transmisi kecepatan automatic , fungsi kecepatan putaran disesuaikan secara automatic dengan putaran mesin atau di jalan menurun dengan putaran mesin rendah , oleh karena ada gaya dorong dari berat kendaraan sehingga akan terjadi percepatan secara automatic.

Cara Mengemudikan Mobil Matic




- Bila anda sudah ingin start dengan transmisi matic anda pertama-tama injak pedal rem dan kemudian geser tuas transmisi menuju D (untuk bergerak maju) atau R (untuk bergerak mundur), sesuai kebutuhan anda.

- Setelah tuas digeser, lepas pedal rem yang anda injak dibarengi dengan menonaktifkan parking brake (rem tangan).

- Setelah melepas rem dan menonaktifkan parking brake, kemudian injak pedal gas secara perlahan. Perhatian, jangan menginjak pedal gas secara mendadak atau terlalu dalam, karena dapat mempengaruhi konsumsi BBM.

- Bila melewati jalanan menanjak geser tuas transmisi dari D ke L/1, karena posisi ini merupakan posisi dimana letak gear berada di tempat paling ringan, sehingga mobil dengan mudah dapat melewati tanjakan.

- Bila akan memarkirkan kendaraan geser tuas dari D ke P, karena biasanya jika tidak dilakukan, maka anak kunci tidak akan bisa dilepaskan.

- Bagi pengendara pemula atau orang yang sama sekali tidak dapat mengendarai mobil, belajar mobil dengan persneling matik justru jadi lebih mudah. Mengingat hanya perlu meletakkan atau mengistirahatkan kaki kiri di tempat injakan kaki (foot rest) , dan menggunakan kaki kanan untuk menginjak pedal gas (akselerator) atau menginjak pedal rem.

- Pada mobil dengan persneling matik, dalam keadaan idle (pedal gas tidak diinjak), umumnya gas sudah cukup besar, sehingga apabila tuas persneling diletakkan di D (drive), mobil sudah akan bergerak perlahan dengan sendirinya. Itu sebabnya, sebagai pengaman, mesin tidak dapat dihidupkan, jika pedal rem tidak diinjak. Pedal rem harus tetap diinjak setelah mesin hidup. Sebab, jika tidak, tangkai perseneling tidak dapat dipindahkan dari huruf P (parking) ke huruf D.

- Setelah mobil bergerak, konsentrasi pengendara hanya terpusat pada setir, rem dan gas . Pengemudi sama sekali tidak perlu menginjak pedal kopling atau melepaskan injakannya saat menaikkan atau menurunkan gigi persneling seperti orang yang mengendarai mobil dengan persneling manual.


Tombol Shift Lock
Tombol ini fungsinya adalah untuk memindahkan tuas ke posisi (N) sewaktu kunci dicabut. Hal ini dilakukan agar mobil dapat didorong maju dan mundur. Karena itulah Shift lock dipakai ketika kita sedang memarkirkan mobil secara pararel. Geser tuas keposisi (P), kemudian matikan mesin dan cabut kontak (kontak hanya bisa dicabut ketika tuas ada diposisi (P). Namun, pada posisi tersebut mobil tidak bisa digerakkan maju dan mundur. Sedangkan bila tuas diposisikan ke (N) maka kunci tidak bisa dicabut. Di sinilah tombol shift lock ambil bagian.

Caranya, tekan tombol shift lock dan tahan, kemudian geser tuas dari posisi (P) menuju (N), jika sudah, silahkan lepas tombol shift lock anda. Pastikan rem tangan (hand brake) tidak aktif. Sekarang mobil anda sudah bisa didorong maju dan mundur (Cara ini berbeda untuk tiap mobil, jadida juga yang menggunkan kunci dan tombol pada tuas. Jadi anda juga bisa melihat buku panduannya).


1.Jalan Normal
Di sini pengemudi dalam keadaan jalanan normal baik dari kecepatan mobil sedang, ramainya lalu lintas normal, kondisi jalan baik, penerangan jalan cukup. Pengemudi bisa menggunakan tuas transmisi pada posisi D dan nikmati perjalanan dengan santai

2.Jalan macet
Mengendarai mobil matic saat macet sangat lebih mudah dibandingkan menggunakan mobil manual, jika menggunakan mobil manual pecinta otomotif harus menginjak rem lalu menginjak pedal kopling dan memindahkan gigi ke N, dengan mobil matic pecinta otomotif hanya cukup menahan rem saja (untuk berhenti antara 5-15 detik)

3.Berhenti lama
Jika kondisi macet cukup parah, mobil berhenti lebih dari 15 detik (misalnya di lampu merah) maka sebaiknya pecinta otomotif memindahkan tuas transmisi ke posisi N saat berhenti serta menggunakan rem parkir (rem tangan). Hal ini untuk menghemat bahan bakar dan untuk berjaga-jaga dari kemungkinan pengemudi tidak sengaja melepas pedal rem

4.Jalan menanjak
Mengemudikan mobil matic di tanjakan pecinta otomotif bisa memperkirakan seberapa curam tanjakan tersebut, jika tanjakan perkotaan yang cenderung landai memakai mode D sudah cukup, jika tanjakan di pedesaan/ pegunungan yang biasanya lebih curam bisa memakai transmisi D2, jika tanjakan ekstrim seperti ke puncak pecinta otomotif bisa memindahkan tuas transmisi pada posisi L (tanjakan curam)

5.Jalan menurun
mengemudi mobil matic pada jalan turunan sangat disarankan untuk mengubah tuas transmisi ke posisi yang ideal agar pengereman terbantu oleh rem mesin, rem mesin ini akan membantu kinerja rem mobil untuk agar tidak cepat panas selain untuk tetap menjaga sirkuliasi oli serta bahan bakar di mesin.
Pecinta otomotif bisa memakai mode D2 untuk turunan ringan di pedesaan, sedangkan untuk turunan curam yang panjang bisa memakai tus transmisi L.

5.Saat menyalip
Untuk menyalip pecinta otomotif harus jeli mengetahui tenaga mobil yang kira-kira dibutuhkan (perkirakan lebih dahulu karena ini bukan transmisi manual yang bisa dipindahkan giginya), jangan sampai ketika menyalip ditengah-tengah kehilangan percepatan mobil.
Untuk mendapatkan percepatan yang tinggi saat akan menyalip injak pedal gas dengan dalam agar transmisi berpindah pada gear rasio yang ringan sehingga mobil terdorong ke depan dan melewati mobil di depan (menyalip), setelah mobil berhasil menyalip didepan maka lepaskan pedal gas pelan-pelan agar mobil memperoleh kecepatan yang stabil cepat.
pengemudi mobil matic juga bisa memakai tuas transmisi Sport atau D2 untuk mendapatkan percepatan yang tinggi, kemudian memindahkan ke tuas D saat sudah aman di depan mobil yang disalip

6.Saat di jalan bebas hambatan
Pecinta otomotif bisa menggunakan tuas transmisi pada posisi D dan mengemudi dengan stabil, jangan terlalu sering menginjak gas spontan agar posisi gigi tetap tinggi dan hemat bahan bakar. Jika memiliki tombol overdrive maka pengemudi bisa mengaktifkan tombol tersebut untuk mendapatkan posisi gigi tertinggi dan menghemat bahan bakar.

7.Saat berhenti atau parkir
Injak pedal rem sampai berhenti lalu letakkan tuas transmisi pada posisi N (netral), lalu aktifkan rem parkir dan kemudian arahkan tuas transmisi ke posisi P (parkir) lalu matikan mesin.



Cara Tepat Merawat dan Mengatasi Masalah di Satria FU 150

Bagi pengendara Motor Suzuki Satria F150, pastinya pernah mengalami masalah yang tidak diinginkan seperti, mesin dirasakan mesin satria berisik, atau mesin mbrebet, atau mungkin mesin motor tersendat . Jangan dulu panik. Ini masalah yang bisa dibilang hal biasa bagi motor dengan mesin 4-tak ber-CC besar. Apalagi mesin satria kita berteknologi DOHC, Twin Cam, yang memiliki klep jauh lebih banyak dibanding mesin 4-tak biasa.

Merawat Satria FU sebenarnya diperlukan sebelum terjadinya masalah sehingga tidak perlu menunggu rusak untuk menggantinya. Servis rutin dan berkala adalah sebuah kewajiban bagi setiap pemilik sepeda motor, termasuk untuk motor satria fu. Selain untuk memelihara performa mesin, service rutin juga berfungsi untuk melakukan pengecekan pada komponen-komponen yang perlu diganti. Apalagi bagi yang suka modif satria Fu nya tentunya perlu perawatan yang ekstra agar performa mesin tetap terjaga.

Beberapa pekerjaan servis rutin untuk satria f150 sebetulnya dapat dikerjakan sndiri di rumah dengan modal peralatan kunci sederhana. Berikut cara Merawat Satria FU 150

Cara Merawat Satria FU 150



 1. Membersihkan Karburator dan Filter Air Cooler
Membersihkan karburator itu sebenernya gampang. Hanya cukup bermodal obeng min plus, sikat atau kuas halus, dan bensin. Lepaskan baut mangkok karburator dengan obeng plus, lalu gunakan obeng min untuk membuka pilot jet dan main jet. Bersihkan dengan kuas dan bensin. Untuk bagian atas yang ada vakumnya memang harus agak hati hati pada saat membuka supaya karet vakum tidak sobek.

Kalau mau lebih gampang lagi sobat bisa beli Carburator cleaner yang banyak dijual di toko spare part motor. Harganya paling 20 – 25rb doang. Caranya pakenya gampang, cukup buka klem pengikat karet box filter di moncong karbu. Hidupkan mesin lalu semprotkan carburaor cleaner di moncong karbu sambil mainin gas. Ntar kotoran di karburator rontok sendiri sob.

Motor Suzuki Satria F150 menggunakan perangkat oli cooler sebagai pendingin. Teknologi pendingin temperatur mesin ini sudah digunakan sejak Suzuki Satria F150 keluaran 2005. Perangkat tersebut memang jarang bermasalah, namun bukan berarti tidak memerlukan perawatan. Seperti yang diungkapkan oleh Akeo, teknisi dari bengkel JPG Motor, Depok.

Meskipun perangkat oli cooler Suzuki Satria F150 jarang bermasalah tapi bagian yang berhubungan dengannya terkadang bisa menghambat fungsi dari oli cooler itu sendiri. Ujung-ujungnya, fungsi oli cooler tersebut tidak akan bekerja dengan maksimal. Umumnya, masalah yang terjadi, berkaitan dengan filter oli cooler Suzuki Satria F150 adalah terjadi penumpukan sisa oli yang mengental.


2. Memeriksa Rantai Roda
Selanjutnya mengecek kerenggangan rantai, dengan cara menekan rantai sebelah bawah pada bagian tengah. Jarak kerenggangan yang ideal antara sebelum dan sesudah ditekan adalah berkisar 1-1,5 cm. Biasanya kalo udah lama gak disetel rante roda jadi kendor. Buat ngencengin lagi nyetelnya juga gampang. Pertama lo perlu konci ring atau konci pas 14 dan 17 buat ngendorin as roda belakang.


3. Membersihkan Busi
Busi kalo udah lama dipake perlu dibersihin karena pasti ada sisa sisa pembakaran yang nempel di busi. Buka dan keluarkan busi pake konci busi standar yang dikasih suzuki. Lo juga perlu sikat kawat buat bersihin / nyikat kepala busi. Tapi kalo jarak tempuh udah 8.000 km, busi wajib diganti sob supaya performa dapur pacu tetap fit. Cukup busi standar aja sob, murah meriah cuman 15rb.

4. Mengganti Oli dan Filter Oli
Oli mesin dianjurkan diganti setiap pemakaian 2000 – 2500km. Begitu pula dengan filter oli yang terletak di bak mesin kanan, disarankan diganti per 8.000 km berbarengan saat ganti oli mesin. Kalo buat ganti oli sih pasti tau kan sob. Caranya tinggal buka baut pembuangan oli yang ada di kolong mesin, bagusnya pake konci ring 17. Siapin mangkok atau plastik buat nampung oli bekas. Kalau baut buangan oli udah dibuka, biarkan oli mengucur keluar sampe habis tetesan terakhir, trus tutup lagi deh kencengin bautnya.


5. Memeriksa dan Melumasi Kabel Kopling
Kopling yang seret bisa bikin berkendara jadi gak nyaman. Gampang pegel. Makanya mesti rutin dilumasin dan disetel jarak maennya. Buka dari bawah di tuas pengungkit kopling di deket selahan biar gampang buka kabelnya. Trus buat ngelumasin kabel koplingnya bisa pake oli bersih atau minyak singer. Kalau mau tuntas bersihinnya, tambahin pake WD40. Jangan lupa setel jarak maen kopling, caranya tinggal atur dari pangkal tuas kopling depan, tinggal diputer aja pake tangan atau pake tang kalau susah.

Nah sekian  mengenai cara merawat Satria Fu dan memperbaiki masalah di Satria FU.  Yang paling penting adalah melakukan servis secara rutin adalah menanggulangi terjadinya kerusakan yang fatal. Jangan lupa juga pilih oli yang terbaik dan ganti setiap 3000km.


Sumber : http://dobeldobel.blogspot.com/2014/03/cara-merawat-satria-fu-f150-bagi-pemula.html



Cara Mudah Merawat AC Mobil Agar Tetap Dingin

Cara Merawat AC Mobil - AC atau lebih dikenal dengan Air Conditioner pada mobil merupakan hal yang penting, terlebih pada musim kemarau yang memang cuacanya sangat panas.  Menjaga kondisi ac umumnya dilakukan para pemilik kendaraan guna menjaga performa ac-nya tetap maksimal. Hal itu tentu saja dilakukan pemilik kendaraan untuk mendapatkan kualitas "dingin" yang sempurna pula. Untuk menjaga perawatan ac kendaraan Anda, ada beberapa hal mudah yang dapat dilakukan pemilik kendaraan untuk menjaga ac mobilnya tetap dalam kondisi prima. 

Merawat AC Mobil sebaiknya dilakukan teknisi profesional dan anda cukup menikmatinya. Yang perlu dilakukan adalah mengetahui gejala-gejala malfungsi yang perlu diperhatikan. Diantara sederet komponen yang terpenting pada bagian mobil, AC merupakan salah satu dari komponen tersebut. Di saat cuaca yang lagi panas dan terjebak dalam kemacetan, pendingin ataupun AC mobil merupakan sebuah komponen yang sangat di butuhkan pada saat itu pula. Untuk itu cara penggunaan AC pun perlu diperhatikan agar AC tersebut tidak mudah rusak lantaran kurang perawatan.

 Cara Merawat AC Mobil


 Cara Merawat AC Mobil


Berikut beberapa cara merawat AC pada Mobil :
Pertama jagalah selalu kabin dari debu dan kotoran. Terutama karpet 2 lembar yang didepan karena kan tersedot kedalam evaporator (lembab) sehingga terjadi jamur dan spora sangat tidak baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yantidak enak bila pertama kali AC dihidupkan.

Kedua saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air yang kencang pada bagian Condensor AC (yang bentuknya mirip radiator dan biasanya terletak didepan radiator) kotoran atau debu yang menempel bila dibiarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menjadi bocor pada bagian kondensor.

Ketiga memilih tempat parkir yang teduh jika parkir kendaraan dalam waktu cukup lama, karena kalau di tempat panas biasanya pas pengemudi masuk, ruang dalam cukup panas dan mengakibatkan membutuhkan proses pendinginan yang lama. Selain itu beban pendinginan saat mobil berjalan pun ikut tinggi.

Keempat periksalah ExtraFan (kipas) yang didepan Condensor apakah hidup bila AC dihidupkan. Bila tidak segera diganti mengakibatkan Compressor rusak atau selang high press bisa meledak.

 Anda juga tidak disarankan merokok di dalam mobil karena asap rokok bisa mengotori ac Anda. Jika Anda malas membersihkan kabin mobil, jangan heran jika makin lama kualitas udara yang keluar dari grill ac Anda menjadi tidak dingin atau bahkan berbau. Anda juga sebaiknya memperhatikan celah antara jendela dan karet pintu yang tidak tertutup rapat. Jika terdapat celah di antara keduanya, kotoran dan debu dapat leluasa masuk ke dalam kabin mobil. Selain itu, menjaga kondisi ac juga dapat dilakukan dengan cara lebih peka terhadap gejala-gejala yang muncul.

Dengan melakukan pemeriksaan komponen fungsional secara sistematik pada siklus pendinginan akan dapat mendeteksi masalah yang belum disadari oleh pemilik mobil. Di samping itu, untuk mengetahui lebih awal dan memperbaiki dengan benar akan memperpanjang umur komponen serta melindungi pelanggan dari kesulitan yang tiba-tiba.