LucianaPombo - Tips Seputar Otomotif Dan Elektronik

Tips Seputar Otomotif | Daftar Harga | Harga Sepeda Motor | Spesifikasi Kendaraan | Berita Terbaru

Modifikasi Sensor Injeksi Agar Irit Dan Bertenaga

Tips Otomotif - Sekarang ini kendaraan ber motor sudah lebih canggih dengan menggunakan teknologi pasokan bahan bakar sistem injeksi. Bersamaan dengan implementasi injeksi ini, motor juga sudah mulai memanfaatkan sensor untuk membuat pembakaran lebih sempurna. saya mencoba menelaskan bagaimana hubungan antara nilai yang terbaca oleh sensor dengan jumlah pasokan bahan bakar yang dikontrol oleh ECU. sifat artikel ini adalah CMIIW, mohon dikoreksi bila salah.

Part catalog dari motor sport dengan sistem injeksi yang di produksi oleh Honda dan Yamaha menunjukan bahwa sensor yang kemungkinan berhubungan dengan pasokan bahan bakarada du, yaitu sensor oksigen (oxygen atau O2 sensor) dan sensor suhu (thermostat) yang bisa berupa pengukur suhu oli mesin ataupun suhu cairan coolant pada motor yang pakai radiator.

Cara Modif Sensor Injeksi Agar Irit Dan Bertenaga


Sementara sensor lain yang jelas berhubungan tapi susah diakali adalah sensor rpm dan sensor throttle position. Semakin tinggi rpm maka dibutuhkan semakin banyak bahan bakar. Semakin besar bukaan throttle, semakin banyak bahan bakar. Semakin besar bukaan throttle, semakin banyak bahan bakar yang di semprotkan, atau kadang dipergunakan untuk mengetahui perilaku pengendara, apakah sedang dipergnakan untuk mengetahui perilaku pengendara, apakah sedang ngegas kecil atau ngegas konstan yang akan diberikan pasokan mendadak lebih banyak agar akselerasi makin spontan. Kedua sensor ini susah diakali karena ada batasannya, sensor rpm akan juga menentukan idle dan rpm maksimum, sementara throttle position normalnya berkisar antara 0% sampai 100% Oleh karena itu yang diakali lebih banyak sensor di bagian lain

Sensor oksigen kegunaannya adalah untuk mendeteksi rasio campuran bensin pada saluran pembuangan. Dari sensor ini ECU mencoba menebak apakah campuran bensin sudah sesuai atau belum. Ada dua macam sensor oksigen yaitu:> Narrow band sensor: sensor yang hanya bisa mendeteksi apakah campuran berlebih atau kurang. Output dari sensor ini adalah Voltase. Voltase rendah berarti terlalu irit, dan  jika Voltase voltase tinggi berarti terlalu boros.> Wide band sensor: sensor yang bisa mendeteksi campuran secara lebih akurat. Keluaran sensor ini berupa arus, arus ke arah tertentu berarti campuran kurang, maka ECU bisa lebih presisi dalam mengatur campuran bahan bakar.

Nilai yang dikeluarkan oleh sensor oksigen tidak stabil tapi akan berubah ubah sesuai dengan keluarnya sisa pembakaran. Ada beberapa yang mencoba mengakali sensor ini dengan menambahkan resistor, terutama untuk lebih irit.Namun perlu diingat bila voltase kelaran sensor tinggi terus atau rendah terus, maka ECU akan menganggap sensor rusak dan tidak lagi mempergunakan nolai dari sensor.

Sensor suhu mesin akan membantu ECU menentukan suplai bahan bakar karena jumlah pasokan bahan bakar yang optimal harus sesuai dengan suhu mesin. Mesin yang dingin membutuhkan pasokan bahan bakar yang lebih banyak. Dengan informasi dari sensor suhu, maka ECU akan bisa tahu bahwa mesin sedang dngin sehingga bisa secara otomatis menambah jumlah pasokan bahan bakar. Ini pula yang menyebabkan tidak perlunya choke di kendaraan yang sudah dipakai sistem injeksi. ECU akan secara otomatis mengontrol pasokan bahan bakar sesuai dengan suhu mesin berdasarkan masukan dari sensor suhu.

Sensor suhu juga akan bisa memberitahu ECU apabila mesin menjadi terlalu panas. ECU akan mencoba mengatasi dengan memundurkan derajat waktu pengapian karena mesin terlalu panas lebih rawan knocking yang bisa merusak mesin. Hal ii akan mengurang tenaga karena waktu pengapian menjadi tidak optimal. Dan bila ECU merasa mesin sudah panas melebihi batas, maka suplai bensin akan menjadi sangat boros dalam hal ini.

Sensor suhu ini bekerja seperti resistor. Pada saat mesin dingin maka sensor suhu mempunyai nilai resistansi yang tinggi, yang akan makin berkurang bersamaan dengan meningkatnya suhu mesin. Trik pemakaian resistor juga bisa diterapkan pada sensor ini, namun harus tetap diingat bahwa agar tidak melebihi batas. Juga harus diperhatikan bahwa mesin akan memperlambat waktu pengapian bila ECU mengira mesin menjadi terlalu panas.

Sayangnya di sepeda motor sensor suhu ini hanya terpasang pada radiator saja pada motor yang pakai radiator. Akan menjadi masalah bila sistem pendinginan atau coolant yang jelek membuat cairan radiator mempunyai suhu yang jauh berbeda dengan suhu mesin. Padahal mesin sudah panas tapi dikira masih dingin. Bila ECU telat mengadaptasi, bila terjadi proses knocking yang parah yang bisa merusak mesin. Atau paling tidak tenaga akan terasa berkurang atau naik turun tenagannya karena ECU tidak bisa menebak dengan benar.

Semoga sedikit informasi ini berguna bagi anda terima kasih sudah membaca artikel saya..


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Modifikasi Sensor Injeksi Agar Irit Dan Bertenaga