Perbedaan Motor Injeksi Dengan Karburator

Tips Otomotif - Apa saja perbedaan Motor Injeksi dan Karburator? Injeksi yang saat ini menjadi salah satu jenis sistem pengapian motor yang populer memang bisa dibilang cukup populer dan diminati masyarakat. Terbukti banyaknya motor terbaru dengan injeksi, salah satunya Satria FU yang juga mengadposi sistem injeksi. Lalu apa saja bedanya antara injeksi dan karburator?

Perbedaan karburator dan Injeksi memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Perbedaan yang paling signifikan terlihat pada proses penghisapan bahan bakar. Hal ini tentunya berpengaruh pada pemakaian bahan bakar baik secara efektifitas dan juga performa dari mesin itu sendiri. Untuk lebih jelasnya kita akan ulas di bawah ini :

Baca Juga : Harga Dan Spesifikasi New Honda PCX 150 Januari 2017

Perbedaan Motor Injeksi Dengan Karburator

Perbedaan Motor Injeksi Dengan Karburator

Perbedaan sistem karburator dan injeksi terletak pada proses penghisapan bensin ke ruang bakar. Jika pada istem Injeksi sudah menggunakan peranti elektronik seperti Injektor, yang tugasnya menyemprotkan bensin ke ruang bakar, pada karburator masih mengandalkan hisapan yang didapatkan dari pergerakan piston pada silinder. Sistem Injeksi bisa menyeimbangkan volume bensin yang disemprotkan ke ruang bakar dengan kebutuhan mesin, sehingga didapat hasil pembakaran yang efisien. Secara sistem kerja diatas tentunya Sistem Injeksi akan menjadi sebuah sistem yang lebih irit bahan bakar

Terlepas dari itu, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya :

Kelebihan Injeksi

  • Di Motor Injeksi, volume penyemprotan dalam ruang bakar akan selalu akurat sebab dikontrol oleh sistem ECU (Engine Control Unit). Sehingga campuran antara udara dan bensin menghasilkan campuran yang akurat meskipun padatingkat putaran mesin tinggi. Kondisi ini memberikan keuntungan dengan mengurangi emisi gas buang dan lebih hemat pemakaian bensin. 
  • Jika pada Motor karburator, jarak antara pengabut bensin (spuyer) dengan silinder memiliki jarak yang cukup jauh, dan juga perbedaan bobot berat jenis antara bensin dan udara mengakibatkan volume udara yang masuk tidak seimbang dengan jumlah bensin yang dihisap, dan hasilnya tarikan menjadi kurang responsif. Sedangkan untuk motor injeksi, penempatan injektor berdekatan dengan silinder. Saluran Bensin yang menuju injektor memiliki tekanan yang lebih tinggi dari tekanan intake manifold. Sehubung dengan diameter mulut injektor sangat kecil, maka bensin yang menyembur akan berbentuk kabut. Saat katup gas dibuka, udara dan bensin menghasilkan campuran yang sempurna. Hasilnya tarikan akan lebih responsif sesuai perubahan katup gas.
  • Pada temperatur rendah (dingin) menghidupkan mesin karburator dibutuhkan campuran lebih besar dengan menarik cuk. Di motor injeksi sudah menggunakan sensor temperatur mesin serta sensor temperatur udara masuk sehingga mesin mudah dihidupkan tanpa dipengaruhi kondisi cuaca. Selain itu dari segi perawatan Injeksi tidak ada sesuatu yang dilakukan. Karena selain steril, juga telah dibantu dengan filter sebelum masuk ke dalam injektor. Hal ini mempermudah dari segi perawatan.
  • Pada knalpot motor injeksi biasanya dilengkapi dengan catalytics converter (CC), sistem ini akan merubah hasil pembakaran yang berbahaya menjadi zat yang lebih ramah dengan lingkungan dengan menggunakan sistem sensor O2

Kekurangan Injeksi

  • Dengan memakai injeksi, motor tidak dapat diutak-atik secara sembarangan karena part sangat sensitif. Dengan begitu mengharuskan pemilik untuk melakukan perawatan dan perbaikan di bengkel khusus.
  • Bagi yang gemar modifikasi motor, khususnya performa dan kecepatan mesin, harus mengeluarkan dana yang lebih untuk motor jenis ini. Beberapa part tergolong mahal dan pastinya merogoh kocek cukup dalam.
  • Di samping harga modifikasi yang mahal, tentunya sparepart atau suku cadang dari motor injeksi juga cukup mahal. Motor injeksi juga membutuhkan pembangkit listrik yang lebih besar.
  • Bicara soal kelistrika, harus ekstra diperhatikan jika ingin mengubah atau menambahkan beberapa part yang berhubungan dengan kelistrikan. Seperti pemasangan lampu jenis HID atau memambahkan asesoris lainnya. Jika tidak ditangani oleh orang yang sudah mengerti karakteristik motor injeksi, kesalahan kecil akan mengakibatkan motor mati.
  • Dengan mulut injektor yang kecil, akan sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Oleh karena itu disarankan menggunakan bensin yang lebihbaik kualitasnya daripada motor-motor yang menggunakan karburator. Selain itu kerja catalytics converter juga dipengaruhi kadar timbal / oktan dari bahan bakar yang digunakan.

Kelebihan Karburator

  • Lebih murah dibandingkan system injection tetapi apabila ditambah alat lain, maka harganya mendekati system injection.
  • Jumlah komponen lebih sedikit dan tidak kompleks
  • Perawatan lebih gampang dan sederhana
  • Gampang saat dilakukan pembersihan atau servis
  • Tidak takut macet jika kehabisan bahan bakar

Kelemahan Karburator

  1. Untuk penyetelan A/F ratio dilakukan manual dan biasanya hanya bisa sekali.
  2. Membutuhkan penyetelan yang tepat untuk semua kondisi tetapi tidak dapat mengatasi setiap kondisi yang dapat berbeda-beda
  3. Perlu adanya alat atau komponen tambahan agar kerja karburator dapat menyesuaikan kondisi seperti pompa akselerasi, coasting enricher, dll
  4. Penggunaan bahan bakar kurang efisien, sehingga cenderung boros.
Baca Juga : Cara Mudah Memperbaiki Motor Injeksi Yang Mogok

Demikian mengenai Perbedaan Motor Injeksi Dengan Karburator dan juga kelebihan dan kekurangan masing-masing, Bagi anda jika ingin memilih jenis injeksi atau karburator, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Jika anda tidak menyukai perawatan atau memiliki sedikit waktu, injeksi lebih dianjurkan karena memang minim perawatan. Namun jika anda yang hobi modifikasi, motor berjenis sistem karburator cocok bagi anda. Semoga tulsian ini bermanfaat. Salam.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Perbedaan Motor Injeksi Dengan Karburator

Contact Form

Name

Email *

Message *